Selasa, Jun 10, 2008

Munajat sepertiga malam

Sepi sendirian tanpa teman
Berbisik ke dalam hati
Bicara Tuhan yang lahir dari bibir

Kupeluk tubuhku erat
MenghadapNya dan berkata kepadaNya
Tuhanku
Aku serah diri ini yang tidak punya apa
Lalu kukucup bumi yang selama ini kupijak
Kulucut ego yang siang hari menutup dahiku
Kuganti sejadah lsuh oleh peluhku

Tuhanku
Ku lempar ammarah yang menjerat dada
Selama ini menghimpit sesak pedih
Kuhirup kabus damai dari celahan jendela

Tuhanku
Ku tinggalkan kebobrokan jahil dibenak
Bicaramu ku tutur penuh pengertian
Cahayanya putih membersih kehitaman

Tuhanku
Aku pergi dari kejumudan
Ke lazuardi bahri ilmu dan cinta
Bekalku meniti titian emas ke sana.

1 ulasan:

A. Jazmin berkata...

Encik Shaharudin,

Kiranya saya masih dialu-alukan untuk memberikan komen, di bawah adalah "komen" saya:

--------

Tuhanku,
Engkau Amat Cemburu

Tuhanku
Tatkala aku cenderung
Kepada manusia
Engkau Menjauhkan dia dariku

Ampunkan aku
Kerana "mengagungkan" dia
sedang aku telah berjanji
"Seluruh" masaku
Adalah untukmu ... Tuhanku

Kini
Aku bersimpuh lama
Membayar janjiku
Kepadamu

-----

Komen apakah seperti di atas?
Teruskan berusaha ... memang anda berbakat, Encik Shaharudin.

aminahjazilahabubakar
------